Program Kerja Desk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Kota Semarang 2016 - 2020

Posted On 2017-01-24 06:33:04 by Wahyudi Mukti

 

Menimbang bahwa Implementasi program perdagangan internasional dapat digunakan untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan warga negara, pemerintah negara-negara ASEAN membentuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Tentu saja pemerintah wajib mengambil langkah-langkah strategis di sektor tenaga kerja, industri, dan infrastruktur untuk menghadapi program MEA ini. Jika tidak, bisa dibayangkan produk-produk dan tenaga kerja asing akan membanjiri pasar-pasar lokal Semarang.

Berdasarkan masalah yang dihadapi, Pemkot Semarang harus segera merencanakan untuk memberikan bantuan kepada UMKM, bantuan ini bisa berupa KUR bunga rendah, mesin-mesin packaging, dan prosedur ekspor kolektif yang murah, dll.

Untuk sektor tenaga kerja, Pemkot Semarang sebaiknya membantu tenaga kerja Semarang untuk memperoleh sertifikasi ketrampilannya agar sejajar sesuai standar internasional.

Demi efisiensi biaya produksi, sebaiknya dilakukan perbaikan infrastruktur di Kota Semarang terutama pintu-pintu gerbang masuk kota baik jalan darat, laut dan udara - akses menuju Pelabuhan Tanjung Mas, Bandara Ahmad Yani, pintu masuk via darat di Genuk, Mangkang, dan Banyumanik.

Pemkot Semarang harus berjuang melalui MEA untuk memperoleh benefit agar dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Berdasarkan peluang, tantangan, kelebihan serta kelemahan tersebut di atas, maka perlu direspon dan diantisipasi secara taktis dan efektif, dengan sejumlah strategi-strategi dan rencana aksi. Rancangan Strategi Desk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Kota Semarang dalam pelaksanaannya, meliputi :

 

Strategi 1: Meningkatkan Pemahaman Tentang Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean

 

A.       Sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang pelaksanaan MEA di kalangan stakeholders, aparatur, pengusaha, maupun masyarakat.

B.       Memotivasi pengusaha UMKM dan masyarakat untuk mengambil manfaat keberadaan program MEA.

C.        Memberitahukan kepada publik tentang 8 profesi yang didukung transfernya oleh MEA.

  

Media Sosialisasi :

 

Target Group

 

 

 

 

 

 

 

1.        Diskusi, Seminar

2.        Diklat, Workshop

3.        Lomba-lomba

4.        Alat peraga

5.        Website

6.        dll

 

1.      Pelajar, mahasiswa

2.      Pelaku usaha

3.      Masyarakat umum

 

 

 

 

 

 

 

Sektor-Sektor Internal :   

 

 

 

 

 

 

 

1.      Dinas Pendidikan

1.      Dinas Kepemudaan dan Olahraga

2.      Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

3.      Dinas Perindustrian

4.      Dinas Perdagangan

5.      Dinas Koperasi dan Usaha Mikro

6.      Dinas Tenaga Kerja

7.      Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

8.      Dinas Pertanian

9.      DInas Perikanan

10.  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

 

 

 

                 


 

Strategi 2: Meningkatkan Daya Saing Produk Unggulan Daerah

 

A.        Menginventarisir kategori produk Kota Semarang yang sudah ekspor ke ASEAN.

B.         Kampanye produk unggulan daerah Kota Semarang.

C.         Mendata kebutuhan pasar yang ada di negara-negara ASEAN yang bisa disuplai dari Kota Semarang.

D.        Fasilitasi pengembangan produk unggulan daerah yang berorientasi ekspor secara komprehensif.

E.         Fasilitasi peningkatan kualitas produk melalui standarisasi dan sertifikasi produk serta perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

F.         Kerjasama riset dengan universitas dalam meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.

G.         Mengoptimalkan akses permodalan bagi UMKM.

H.         Pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana promosi dan pemasaran produk ke luar negeri.

 

  

Sektor - Sektor Internal :

 

1.         Dinas Perindustrian

2.         Dinas Perdagangan

3.         Dinas Koperasi dan UMKM

4.         Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

 

Sektor - Sektor Eksternal :

 

1.         Kadin Kota Semarang

2.         Pelindo III Semarang

3.         PHRI, ASITA Semarang

  

Strategi 3: Meningkatkan Daya Saing Ketenagakerjaan

 

A.        Menganalisis tenaga kerja Kota Semarang yang memiliki kekurangan baik dari sisi jumlah dan kualitas yang mungkin dimasuki oleh tenaga kerja asing.

B.        Mendidik agen-agen pemasaran yang bisa ditempatkan di negara-negara ASEAN dan bisa berkontributor aktif terhadap produk2 yang dihasilkan Kota Semarang. Berkoordinasi dengan kedutaan RI atau atase perdagangan.

C.         Melakukan pelatihan rutin kepada masyarakat yang minat bekerja di bidang pekerjaan tersebut.

D.        Menganalisa kebutuhan tenaga kerja di luar negeri yang mungkin diisi oleh tenaga kerja dari kota Semarang (8 profesi MEA).

E.         Menganalisa industri yang berkembang di negara-negara ASEAN dan daya serap tenaga kerjanya, yang dapat disupplai dari Kota Semarang.

F.         Melakukan kerjasama dengan Balai Pelatihan Tenaga Kerja bagi angkatan kerja yang masih menganggur, dalam bentuk pelatihan ketrampilan yang dibutuhkan pasar kerja, dan diberi bantuan peralatan kerja serta akses permodalan, sehingga menjadi wirausaha yang potensial.

G.        Bekerjaasama dengan lembaga sertifikasi di daerah untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi pekerja sehingga diakui di dunia internasional.

H.        Mengoptimalkan pendidikan formal maupun nonformal dalam memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja.

I.           Mendorong lembaga-lembaga kursus bahasa asing dalam peningkatan kompetensi SDM.

J.          Pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana perluasan tenaga kerja ke bursa kerja ASEAN.

 
 

Media : loker.com

 

  

Sektor - Sektor Internal :

8 Profesi MEA

1.    Insinyur

2.    Arsitek

3.    Tenaga pariwisata

4.    Akuntan

5.    Dokter gigi

6.    Tenaga survei

7.    Praktisi medis

8.    Perawat

 

1.    Dinas Tenaga Kerja

2.    Dinas Pendidikan

3.    Dinas Kepemudaan dan Olahraga

4.    Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu

 

Sektor - Sektor Eksternal :

 

1.    Apindo

2.    ILO

3.    Sekjen ASEAN

 

Strategi 4: Mendorong Investasi Daerah

 

A.       Menganalisis jenis dan potensi industri (misal; perikanan, pertanian, manufaktur, dsb) yang ada di Kota Semarang. Industri apa saja yang bisa ditawarkan pada investor / pengusaha ASEAN? Tetap berbasis prinsip stabilitas ekonomi dan keberlangsungan dalam jangka panjang agar tidak menimbulkan gejolak karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

B.        Pengoptimalan penyederhanaan prosedur, mempersingkat waktu dalam proses perizinan investasi.

C.        Menciptakan iklim investasi yang kondusif di daerah melalui tata kelola investasi, kualitas SDM dan kualitas pelayanan dan perizinan.

D.       Pemetaan potensi investasi di wilayah Kota Semarang.

E.         Meningkatkan promosi obyek investasi untuk menarik investor

 
 

Media : measemarangcity.com

 

  

Sektor Internal :

 

1.    Dinas Penanaman Modal & PTSP

2.    Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset

3.    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

4.    Dinas Perindustrian

5.    Dinas Perdagangan

6.    Dinas Koperasi dan Usaha Mikro

7.    Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

8.    Dinas Perikanan

9.    Dinas Pertanian

 

Sektor Eksternal :

 

1.    Kadin

2.    Apindo

3.    Asosiasi Penilaian Aset

4.    Asosiasi Investor

  

Strategi 5 : Pengembangan Infrastruktur

 

A.       Menganalisis kondisi akses distribusi barang dan jasa, kemudahan pelayanan ekspor - impor dan produk-produk yang menunjang untuk meningkatkan sirkulasi bisnis dan perekonomian dalam jangka pendek dan panjang.

B.        Membangun pintu gerbang masuk Kota Semarang, baik melalui darat, laut, dan udara.

C.        Menjaga dan memperbaiki jaringan jalan termasuk arteri dan tol.

D.       Menjamin keamanan investasi dan menyejahterakan masyarakat.

E.        Kesiapan infrastruktur yang memadai sangat menunjang iklim berinvestasi.

 
 

Media : measemarangcity.com

 

  

Sektor Pendukung :

 

1.         Dinas Pekerjaan Umum

2.         Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

3.         Dinas Penataan Ruang

4.         Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

5.         Dinas Lingkungan Hidup

  

Strategi 6 : Perlindungan Konsumen

 

A.       Memperkuat sektor keamanan barang masuk dan keluar, importir dan eksportir yang harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

B.        Bekerjasama dengan Kadin dan Apindo untuk menyinkronisasi kebutuhan masyarakat dalam rangka ekonomi global.

C.        Melakukan upaya perlindungan konsumen untuk diselesaikan secepatnya melalui jalur yang sudah ada.

  

Sektor Internal :

 

1.    Dinas Perindustrian

2.    Dinas Perdagangan

3.    Dinas Koperasi dan Usaha Mikro

4.    Dinas Pendidikan

 

Sektor Eksternal :

 

1.      Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang

2.      Lembaga Bantuan Humor

  

Strategi 7 : Sinkronisasi Regulasi

 

A.      Meningkatkan sinkronisasi regulasi Pusat dan Daerah  terhadap Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean.

B.      Melakukan sinkronisasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mensikapi operasional perdagangan global.

  

Sektor Internal :

 

1.        Dinas Penanaman Modal

2.        Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

3.        Dinas Penanaman Modal & PTSP

4.        Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset

 Ditulis dari pengamatan dan dari berbagai sumber oleh Wahyudi, CHA

\